• Breaking News

    untiSob is the portal's most popular virtual world. Leading to provide tricks and tips, tutorial, software, and many others.

    Viral...Kisah Pilu 3 Gadis di Bawah Umur yang Dilecehkan Ayah Sendiri.. (1)


    TRIBUNMANADO.CO.ID- Kekerasan seksual kerap menimpa anak dibawa umur. 
    Para pelaku pun tak jarang orang terdekat. Orang yang diyakini bisa melindungi justru menjadi awala kehancuran. 
    Beberapa kasus kekerasa seksual yag menimpa anak dirangkum Tribunmanado.co.id, pelakunya tak lain Ayah sendiri,
    1. Dihamili Ayah Tiri
    Di usianya yang sangat belia, 13 tahun, MH sudah harus menjadi ibu.
    Ironisnya, gadis asal Kampar, Pekanbaru ini, hamil dari kekerasan seksual yang dialaminya.
    Ayah dari sang bayi, adalah ayah tiri MH sendiri.
    MH diperkosa ayah tirinya saat dirinya sedang mandi.
    Baca: Gadis 13 Tahun Hamil dan Melahirkan, Ngakunya Dirudapaksa Orang tak Dikenal, Ini 8 Faktanya!
    Pihak keluarga, juga tidak menyangka bahwa ayah dari bayi yang dikandungnya adalah ayah tiri MH.
    MH mengaku mendapat ancaman bila membocorkan perlakuan bejatnya kepada orang lain.
    Awalnya MH tidak tahu kalau sedang mengandung 7 bulan.
    Selama ini MH tidak pernah merasakan ada keanehan di perutnya.
    Bahkan dia tidak pernah merasa mual selama hamil.
    Sampai akhirnya MH selalu buang air kecil.
    Ibu MH yang berinisial JH yang cemas membawa MH ke bidan desa.
    “Mama bawa ke bidan,” katanya saat ditemui di Sekretariat P2TP2A Kampar, Kamis (8/3/2018) dikutip dari Tribun Pekanbaru.
    Setelah dicek, ternyata cairan yang keluar dari kelaminnya adalah air ketuban.
    Di situlah baru diketahui MH hamil.
    Menurut Ketua P2TP2A Kampar, Hafiz Tohar, bidan menyatakan air ketuban sudah pecah.
    Kemudian MH dilarikan ke RS Sansani di Pekanbaru.
    Bayi perempuan MH lahir prematur secara normal pada Senin (5/3/2018).
    Pihak keluarga pun kaget mengapa MH bisa hamil.
    Awalnya korban tidak mau berbicara soal siapa sosok yang menghamilinya.
    Hingga akhirnya MH pun mengaku siapa orang yang telah menghamili dirinya.
    Ketua P2TP2A Kampar, Hafiz Tohar mengungkapkan cerita demi cerita yang disampaikan MH di balik kehamilan dan persalinannya menimbulkan kecurigaan.
    Pengakuan MH berubah-ubah ihwal kronologis kejahatan yang membuatnya berbadan dua.
    Menurut Hafiz, MH takut mengungkap cerita sebenarnya.
    Sebab berbulan-bulan dia berada di bawah ancaman MEH, sang ayah tiri.
    “Kami terus bujuk supaya dia cerita kejadian yang sebenarnya. Dia menangis. Akhirnya dia mau terbuka,” ungkapnya.
    Hafiz menuturkan MH mengaku disetubuhi berkali-kali sampai hamil.
    Namun tidak satupun keluarga yang tahu kalau MH hamil, termasuk MH.
    Ibu MH, JH juga mengaku tidak tahu putrinya hamil.
    “Ibu korban mengaku tidak ada keanehan perilaku korban dan ayah tirinya di rumah,” kata Hafiz.
    Menurutnya, hubungan antara ibu korban dan ayah tirinya kurang diterima oleh keluarga besar.
    Hafiz mengatakan JH dan MEH menikah sekitar tiga tahun lalu di Pelalawan.
    Kemudian tinggal di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung.
    MH belakangan datang dari kampung halamannya di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
    “Korban mengatakan pelaku (MEH) menyetubuhinya sejak tinggal bersama (di Karya Indah),” pungkas Hafiz.
    Sebelum mengungkap bahwa ayah tiri adalah pelakunya, MH mengatakan dia dirudapaksa pada suatu siang beberapa bulan lalu.
    Seorang pria tiba-tiba masuk ke rumahnya yang terletak di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.
    Dia tidak ingat lagi hari dan tanggal kejadian itu.
    “Sudah lama. Saya tidak ingat lagi,” kata MH saat ditemui di Kantor Pusat Pelayananan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kampar, Kamis (8/3/2018).
    Remaja berkulit hitam ini masih sangat belia. Tubuhnya kecil, dan tinggi badannya sekitar 150 sentimeter.
    MH sama sekali tidak kenal pelaku. Apalagi pria bejat itu memakai sebo saat melampiaskan nafsu bejatnya.
    Yang dia tahu, pelaku itu kurus tinggi dan berkulit putih. Seingat dia, pelaku masuk dari pintu depan rumah.
    Saat itu, MH sedang berada di kamar mandi. Siang itu, dia sedang sendiri di rumah.
    Pelaku langsung mencarinya sampai ke kamar mandi. Lalu memaksanya masuk ke dalam kamar.
    Di kamar itulah dia dirudapaksa. Pelaku kemudian mengancam MH setelah melakukan aksinya.
    “Jangan bilang sama bapak mamamu! Kubunuh kau kalau kau bilang,” ujar MH mengulang ancaman pelaku.
    Setelah itu, pelaku pun pergi begitu saja. Sejak itu, pelaku tidak pernah datang lagi. “Hanya sekali itu aja,” katanya.
    Kecurigaan ayah tiri sebagai pelaku rudapaksa sudah diungkap RN, Abang MH.
    Dia menduga pelaku rudapaksa adiknya itu adalah ayah tirinya sendiri berinisial MEH.
    Dugaan ini muncul setelah MEH menghilang sejak Jumat (9/3/2018) lalu.
    Hari itu, seharusnya MEH memenuhi panggilan penyidik Polres Kampar.
    MEH dimintai keterangannya terkait laporan tentang dugaan pencabulan yang menimpa MH.
    “Kami menduga dia (MEH) adalah pelakunya,” ungkap RN saat dihubungi Minggu (11/3).
    Hilangnya MEH menjadi dasar dugaan tersebut.
    Pasalnya, MEH belum kembali hingga Minggu (11/3/2018) sejak menghilang pada Jumat lalu.
    RN juga mengungkap bahwa nomor kontak MEH sudah tidak aktif lagi.
    Dia menceritakan, MEH pergi dengan alasan ingin pergi ke Mapolres Kampar.
    color: #323233; padding: 0px; text-align: justify;"> “Rupanya menghilang. Sampai sekarang belum balik,” kata RN.
    Menurut dia, pihak Pusat Pelayananan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kampar juga memberitahunya bahwa sang ayah tiri sudah menghilang.
    Di samping itu, P2TP2A juga memberitahunya bahwa MH telah mengakui pelaku rudapaksa adalah MEH.
    Dia mendapat kabar itu pada Jumat malam. Ibunya, JH juga telah mendapat kabar itu.
    Terlepas dari perlakuan jahat ayah tirinya, MH bersyukur anaknya lahir dengan selamat.
    Bayinya terlahir prematur dan sekarang dirawat di RSUD Bangkinang.
    Bayinya itu dinamai Pelangi. Bayi malang itu sempat dirawat seorang bidan desa bernama Siska dengan peralatan seadanya.
    Dalam pemikirannya, tak ada makna tentang nama itu.
    Menurut dia, Pelangi diusulkan Bidan Siska di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.
    “Bu bidan yang bilang, Pelangi aja namanya,” katanya.
    MH sempat memanggil bayinya dengan ‘adik’.
    Ini memang cukup mengejutkan. MH mengaku malu memanggil bayinya dengan anak.
    “Malu panggil nak. Jadi nanti panggil Pelangi aja,” ujarnya.
    MH sangat menyayangi bayinya. Dia pun bertekad membesarkan Pelangi.

    No comments:

    Post a Comment

    Kirim Komentar Anda
    Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan. dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

    Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Bisa Melapor ke Kotak Komentar di bawah, setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

    untiSob - berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.



    ( Bila Ada Terjadi Kerusakan Dalam Posting, Download, Link Mohon Beritahu Saya Lewat Komentar Di Bawah Ini)

    Fashion

    Beauty

    Travel